Menjelajahi Psikologi di Balik Pembelajaran
PENTINGNYA PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI PENDIDIK DALAM BERKONTRIBUSI
Pendidikan psikologi memberi dampak yang efektif dan bermanfaat dalam aspek pendidikan . Psikologi ini membantu guru dalam memahami karakteristik siswa secara emosional sehingga mereka dapat menyediakan lingkungan belajar yang sesuai dan menyediakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien . Untuk membantu dalam memahami proses pembelajaran siswa , untuk mengidentifikasi solusi atas masalah yang masih dihadapi , dan untuk memperjelas tantangan belajar yang dihadapi oleh siswa .
Teori psikologi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar di kelas dan dalam sistem pendidikan . Orientasi dalam proses belajar mengajar melibatkan penggunaan strategi , taktik , dan metode pengajaran yang diterapkan di kelas . Pendididik psikologi pendidikan harus menggunakan seorang pendidik untuk membantu memahami perilaku siswa yang , pada kenyataannya , dapat menemukan solusi dari masalah dan menjelaskan kepada siswa apakah siswa dapat berpartisipasi dalam proses pembelajaran dengan baik atau tidak . Dengan cara ini , psikologi pendidikan.
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
perkembangan adalah perihal berkembang ini berarti mekar, terbuka, atau membentang menjadi besar, luas, dan banyak serta menjadi bertambah sempurna dalam hal kepribadian, pikiran, pengetahuan, dan sebagainya. Menurut UU No.20 Tahun 2003 peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
Kesimpulannya, perkembangan peserta didik ialah proses perubahan individu pada peserta didik baik fungsi-fungsi jasmani, psikis, sosial, maupun kepribadian terkhusus mereka yang masih dalam jenjang sekolah dasar,hingga perguruan tinggi. Perkembangan peserta didik merujuk pada proses perubahan yang melibatkan aspek-aspek seperti perkembangan kognitif, emosional, sosial, fisik dan moral.
Hubungan Antara Pendidikan dan Perkembangan Peserta Didik
Pendidikan adalah proses yang tersetruktur dan berkelanjutan untuk mentrasfer pengetahuan, keterampilan, nilai, dan norma kepada individu, baik secara formal di lembaga pendidikan maupun informal di lembaga pendidikan maupun informal melalui pengalaman sehari-hari. Sedangkan perkembangan merupakan proses yang di alami oleh individu yang bertahap dan dinamis di mana individu mengalami perubahan, pertumbuhan, atau transformasi dari satu ke adaan ke keadan yang lainnya.
Oleh karena itu, pendidikan harus mendapat perhatian yang intensif dari semua pihak terutama pihak-pihak yang memiliki andil dalam menentukan situasi dan kondisi pendidikan. Dalam pengertian yang lebih integral, peserta didik harus melihat proses pendidikan sebagai bagian dari dirinya sendiri. Dengan demikian, hal yang dikejar ialah tujuan pendidikan bukan hasil pendidikan yang terbatas pada ruang dan waktu tertentu.
KONSEP KEBERBAKATAN, ANAK BERBAKAT DAN PENDIDIKANNYA
Seseorang dikatakan berbakat apabila memiliki intelektual dan inteligensia yang tinggi. Sedangkan kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau mewujudkan sesuatu yang baru, unik dan berguna. Kreativitas melibatkan pemikiran yang inovatis, imajinatif, dan kemampuan untuk melihat masalah dari sudut pandang berbeda. Demikian pula berlaku pada cara seseorang dalam menyelesaika tugas. Hal inilah yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet meskipun mengalami berbagai rintangan dan hambatan, karena ia telah mengikatkan diri pada tugas atas kemauan sendiri
Individu dapat dikatakan berbakat tidak hanya yang memiliki tingkat intelegensi tinggi atau kecerdasan dalam akademik. Individu yang berbakat dapat diketahui dari banyak aspek, seperti dari kreativitas, bidang non akademik, dan ketanggapan individu. Individu yang berbakat juga memiliki kemampuan psikomotorik yang berbeda dengan individu lain pada umumnya.
KESULITAN BELAJAR
Dalam kamus bahasa Indonesia, “Kesulitan adalah sulit atau suatu yang sulit”. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi siswa dimana dalam proses belajar yang ditandai hambatan-hambatan dalam mencapai hasil belajar, hambatan ini bisa berasal dari dalam maupun dari luar siswa. Kesulitan belajar yaitu keadaan dimana siswa kurang mampu menghadapi tuntutan-tuntutan yang harus dilakukan dalam proses belajar sehingga proses dan hasilnya kurang memuaskan.
Menurut Surya dalam Hallen, ada beberapa ciri tingkah laku yang merupakan manifestasi dari gejala kesulitan belajar, antara lain:
a. Menunjukkan hasil belajar yang rendah.
b. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan.
c. Lambat dalam melakukan tugas yang diberikan guru, ia selalu tertinggal dari kawan-kawannya dalam menyelesaikan tugas.
d. Menujukkan sikap-sikap yang kurang wajar, seperti acuh tak acuh, menentang,berpura-pura,dan dusta.
e. Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan, seperti membolos, datang terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, mengganggu di dalam dan di luar kelas, tidak mau mencatat pelajaran, mengasingkan diri, tersisih, dan tidak mau bekerjasama.
f. Menujukkan gejala emosional yang kurang wajar, seperti pemurung, mudah tersinggung, pemarah, tidak atau kurang gembira dalam menghadapi situasi tertentu.
Jadi kesulitan belajar pada siswa merupakan ketidak mampuan siswa karena suatu hal yang menunjukkan kesulitan dalam proses belajarnya. Sehingga siswa yang mengalami kesulitan belajar membutuhkan perhatian dan pelayanan khusus untuk mendapatkan hasil yang baik dalam belajar.
EVALUASI PRESTASI BELAJAR
Evaluasi adalah pengumpulan bukti-bukti yang cukup untuk kemudian dijadikan dasar penetapan ada-tidaknya perubahan dan derajat perubahan yang terjadi pada diri siswa atau anak didik. Evaluasi artinya penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah program. Kata lain yang sepadan dengan kata evaluasi dan sering digunakan untuk menggantikan kata evaluasi adalah tes, ujian dan ulangan. Aktivitas belajar perlu diadakan evaluasi. Hal ini penting karena dengan evaluasi kita dapat mengetahui apakah tujuan belajar yang telah ditetapkan dapat tercapai atau tidak.
Evaluasi dilaksanakan berkenaan dengan situasi sesuatu aspek dibandingkan dengan situasi aspek lain akhirnya terjadilah suatu gambaran yang menyeluruh yang dapat dipandang dari berbagai segi. Evaluasi juga dilakukan dengan cara membanding-bandingkan situasi sekarang dengan situasi yang lampau atau situasi yang sudah lewat.

Komentar
Posting Komentar